Saturday, December 03, 2005

RZ Kini 48 Tahun

Gubernur Riau HM Rusli Zainal, sering juga disapa akrab RZ, Sabtu (3/12) memasuki usia 48 tahun. Sebuah perjalanan waktu yang hampir mencapai setengah abad. Berbagai pengalaman, baik yang manis maupun pahit sudah dilaluinya.Tentunya semua itu, merupakan pengalaman berharga dan menambah motivasi dalam membangun Provinsi Riau ke depan.
Kini, sebagai gubernur Riau, RZ tidak hanya memikul beban keluarga di pundaknya dengan umur hampir kepala lima itu. Tapi, ada yang lebih berat, yakni pertanggungjawaban moral kepada masyarakat, maupun kepada Allah SWT. Lihatlah misalnya, lebih 40 persen penduduk Riau yang masih berada di bawah garis kemiskinan, merupakan persoalan yang harus diselesaikannya secara cermat. Demikian pula kualitas pendidikan penduduk, mayoritas setingkat Sekolah Dasar (SD). Bahkan ada yang tidak dapat menyelesaikan studinya, akibat kekurangan biaya.
Semua masalah ini berbaur dengan belum baiknya infrastruktur di sejumlah kabupaten. Sementara RZ, seperti dipacu waktu menyelesaikan skala prioritas program-program besar dan mendasar. “Kemiskinan erat kaitannya dengan kebodohan,” ujarnya dalam berbagai kesempatan..
Apa yang dikemukakan itu ada benarnya. Di lingkungan masyarakat miskin, melanjutkan studi ke tingkat SD bukan perkara mudah. Sulitnya biaya, kelangkaan buku, gedung sekolah yang tak memenuhi persyaratan dll, seperti bergabung dalam fokus kemiskinan.
Karena itu, dua program “Kabinet: RZ dan Wan Abu Bakar (WA) harus lebih tajam membaca persoalan itu. Demikian pula para stafnya, tak boleh menggantungkan diri kepada atasan. Sebab dampaknya tidak kecil. Kurang inisiatif, tak berani mengambil risiko menghadapi tugas dan selalu berdalih “terserah atasan”, merupakan signal yang harus dirubah.
Khusus untuk anggota kabinet, dalam memacu percepatan pembangunan Riau ke depan, kinerja “Anggota Kabinet RZ ” perlu dievaluasi kembali. Karena di sana sini, ada stigma yang menjadi batu karang jika tak cepat diselesaikan. Saat ini menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pelada), sudah ada tanda-tanda mereka yang pernah gagal, ingin maju kembali. Ironisnya, para ‘pecundang’ tersebut berlindung di bawah garis “triumvirate” (tiga serangkai) RZ, WA dan MM (Mambang Mit).
Menghadapi opini publik, para pecundang berdalih tenaganya diperlukan meski kalah dalam Pelada. Jika bisa lolos, belum tentu mereka ingat kepada budi baik “triumvirate” yang ikut membesarkannya. Seperti anak harimau yang dipelihara, diberi makan enak, setelah besar mencoba memangsa majikannya.
Tentu saja adagium itu, tidak di semua bidang terjadi. Ada beberapa bagian pembangunan yang sudah benar mengikuti “on the right track”. Artinya tidak neko-beko dan taaat asas. Program K2I singkatan dari kemiskinan, kebodohan dan infrastruktur sudah benar arahnya. Program ini lebih realistis, ketimbang Visi Riau 2020 yang terus terang saja masih sebagai hal yang di “awang-awang”. Terutama menghadapi persaingan global, sejumlah negara yang berbatas dengan Riau seperti Malaysia dan Singapura.
Saya cendrung K2I lebih tepat diutamakan, ketimbang Visi Riau 2020 yang belum menjadi “moment of hopes” masyarakat. Dengan demikian asas yang mengikuti “on the rigth track” harus terus dipertajam. Kinerja anggota kabinet RZ + WA perlu terus-menerus dievaluasi. Bagi yang kinerjanya kurang baik, sikapnya yang arogan dan kurang mampu berkomunikasi, sebaiknya jangan dipertahankan. Meski ada yang sempat memohon berkal-kali agar mendapat jabatan.
RZ yang usianya mendekati setengah abad, perlu diberi dorongan untuk menggeser anggota kabinetnya yang tidak bisa bekerjasama dan berlatar belakang pemikiran ortodok. Sebaliknya jika ada anggota kabinetnya meski pandai secara teoritis dan “scientific”, namun hanya berperan sebagai “solo run”, harus dicopot.
Alasan-alasan yang sulit dihapuskan RZ adalah jika ada orang yang beriba-iba di hadapannya. Sikap RZ yang santun dan “tidak sampai hati”, jangan dijadikan alasan menggeser stafnya yang bekerja tidak memenuhi harapan. Karena sekarang saatnya tidak boleh bermain-main lagi. Siapa saja yang tak memenuhi standar yang ditentukan “triumvirate”, tidak perlu ragu-ragu dicopot saja.
Kita tentu tidak ingin menyebut nama-nama staf yang bekerja “semau-maunya”, bahkan ada yang mengatur semua pekerjaan (baca proyek) untuk kepentingan pribadi, tapi mengatasnamakan RZ. Karena itu, “triumvirate” harus punya daftar konduite untuk anggota kabinet yang seperti itu. Proyek-proyek berskala besar, sudah saatnya harus dikelola secara baik. Sebab masyarakat sangat mendambakan manfaatnya. Pedang sasaran K2I yang sudah menjadi kesepakatan, tak perlu diubah fokusnya.
RZ sebagai Gubernur Riau memang “wisdom” menyimak berbagai kritikan dan protes terselubung. Salah satu kelebihannya adalah tidak mau mengobral kemarahan, apalagi dengan kata-kata seperti mitraliur yang bertubi-tubi. Putra kelahiran Mandah ini, kalau boleh saya ibaratkan mengikuti sikap Mahatma Gandhi yang selalu mengajarkan “non violernce” (tidak dengan kekerasan). Tetapi bukan berarti tidak berani tegas. Kata-kata yang santun dapat merupakan keputusan yang benar, jika dilahirkan dengan pertimbangan matang, tidak sekedar “like and dislike”.
Selama puluhan tahun bergaul dengan RZ dan WA, saya melihat sosok
keduanya tak banyak perubahan. Apalagi keduanya berlatar belakang partai politik berbeda, tetapi mampu bersatu saat Pelada tahun 2003 lalu. Dari sisi ini, sebenarnya tidak perlu terjadi adanya” dualisme” kepemipinan. Keduanya bekerja untuk kemajuan Riau. Duo ini merupakan putra Riau terbaik saat lulus dalam Pelada 2003.
Soal karakter dan kinerjanya tentu masing-masing punya gaya tersendiri. Dari kerangka ini, para staf tinggal mengikuti saja. Jangan menambah ruwet persoalan, apalagi membentuk kelompok-kelompok. Selamat bekerja. Selamat membangun negeri ini. Kami akan mendukung apapun yang Anda lakukan, selama itu benar. “Bon anniversaire,” kata orang Perancis. “Selamaik ulang taun,” kata orang Bangkinang. “May God bless you and your family,” kata dunia.

1 komentar:

pak tlg sampaikan jalan lintas selatan harus segera di bangun. kasihan rakyat yang berada di kecamatan batang cenaku dan sekitarnya. GOD BLESS YOU

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More